Corat-coret

Setelah Setahun Lebih

Halo, saya balik!

Sudah setahun lebih semenjak post-series ‘nungkak’ terakhir. Maaf, niatnya tergerus kejadian-kejadian tak mengenakkan dulu.

Banyak sekali yang berubah selama 1,5 tahun kemarin. Drastis. Setahun kemarin bisa dibilang tahun dengan perubahan terbanyak yang pernah saya alami seumur hidup. Mulai dari pamit dari tempat kerja yang nampung saya 6 tahun terakhir, start to live my dream di tempat kerja baru (masih karyawan), balik kayuh pedal setelah hampir 8 tahun berhenti, dan ketemu banyak orang-orang baru.

This is me being selfish talking unnecessary stories about my own life right here. Feel free to close this page, and thank you so much if you decided to read along 🙂 Much apreciation! (leave a comment down below so I know you!)

(deep breath)
OK, let’s spit this things out of my head…

Kenalkan, Bullseye Bali. Tempat yang konon jadi rumah bagi sekian developer kondang yang ada di jagat pemrograman lokal Bali. Saya sendiri baru tahu masalah ini saat bertemu dengan seorang developer dari tetangga sebelah. “Developer sini mentoknya di Bullseye, dah, gak ada tempat lain.” Saya pikir begitu beruntung tukang copy-paste kode macam saya bisa kesasar ke tempat yang se-elit ini. Ekosistemnya saya akui memang beda, sangat asing dari tipikal tempat kerja kebanyakan di sini. Tidak ada dress code, sangat santai dalam pembicaraan (semuanya lewat diskusi), dan rasanya gak ada jarak sama sekali antara karyawan level bawah (developer) dengan GM biasa langsung ngobrol bebas dengan suasana kekeluargaan. Ini antara Tuhan terlalu baik nyasarin saya langsung ke sini, atau malah jadi semacem ujian karena jujur, saya kaget dengan semua perubahan drastis macem ini. Oya, perlu disebut juga ini pertama kali dalam hidup saya melamar pekerjaan ke korporasi. Hidup kadang selucu itu.

Alasan kenapa saya pamit dari tempat lama, sebagian besar karena memang sudah mentok, sekian bulan setelah kelulusan terasa stagnan tanpa ada peningkatan berarti. Selain juga untuk menepati janji saya untuk diri sendiri: “Jika setahun setelah wisuda tak ada perubahan (secara skill pribadi), saatnya move-on.

Di tempat baru, saya bisa sempatkan untuk menghabiskan waktu lebih di puputan, dengan orang-orang yang sangat berpengaruh positif untuk pikiran penyendiri macam saya (akan saya ceritakan lain waktu). Dan baru-baru ini, saya putuskan untuk kembali mengayuh pedal, nostalgia kembali ke masa SMP dulu, saat hidup terasa begitu pelan tapi pasti. Tak harus terburu-buru mengejar sesuatu seperti sekarang, saat semua harus cepat dan tepat.

Tersadar saya melewatkan begitu banyak hal-hal besar dalam perjalanannya.

12508722_10208281413610827_7722185542728599170_n

Polygon Strattos S2 – genjot masbro!

Sepeda road-bike kelas termurah, cukuplah sambil lihat kemana perginya nanti semangat saya yang lebih sering angin-anginan. Yang jelas target tahun ini adalah bike-to-work minimal 2 kali seminggu. Berangkat lebih pagi, lebih santai.

I’ll be writing more from now on.
(I know I know, I said it too the last time. I’ll try my best to make it happen this time)

Iklan
Standar